NEGARA MARITIM DAN NEGARA AGRARIS
Negara Maritim
Negara maritim adalah negara yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan atau memiliki kawasan laut yang luas. Ciri-ciri negara maritim, yaitu:
- Memiliki wilayah laut.
- Memanfaatkan laut untuk kesejahteraan rakyat.
- Memiliki transportasi laut.
- Memiliki perdagangan laut.
- Memiliki armada militer laut untuk menjaga kedaulatan laut di wilayahnya.
Laut Indonesia yang luas memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya:
- Sumber ikan dan makanan laut lainnya.
- Tempat wisata laut atau wisata bahari.
- Energi alternatif, seperti pembangkit listrik tenaga angin.
- Penghubung antarpulau.
- Sumber daya lepas pantai, seperti minyak bumi dan gas bumi.
- Sumber garam.
- Sumber ilmu dan penelitian di bidang kelautan.
Negara Agraris
Indonesia dikenal
sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup
dari sektor pertanian. Ciri-ciri negara agraris:
1. 1. Mengandalkan sektor perekonomian utama melalui bidang pertanian;
2. 2. Faktor kedudukan sosial
dicitrakan lewat seberapa besar lahan yang dimiliki;
3. 3. Peran individu dalam
lingkungan sosal ditinjau berdasarkan pekerjaannya di masyarakat agraris;
4. Tingkat
pendapatan dari hasil pertaniannya terbilang paling tinggi dibanding yang lain.
Budaya Maritim dan Budaya Agraris
Masyarakat yang tinggal di daerah maritim maupun agraris, tentunya memiliki budaya yang dipengaruhi oleh kebiasaan
masyarakat dan kondisi alam daerahnya, yaitu budaya maritim dan budaya agraris. Hasil budaya bisa berupa benda
(pakaian, alat-alat pekerjaan, alat permainan, rumah, alat transportasi), makanan, dan permainan tradisional. Berikut
contoh-contoh budaya dari masyarakat maritim dan agraris.
Gambar 1. Perahu tradisional
Dengan kondisi geografis yang memiliki banyak wilayah perairan, kapal
laut dan perahu merupakan kebutuhan penting agar masyarakat bisa
tetap terhubung antarpulau satu dengan pulau lainnya. Selain itu,
masyarakat bisa mengeksplorasi sumber daya alam laut, seperti ikan
untuk memenuhi keperluan hidup mereka.
Pasar Ikan
Pasar ikan terbentuk dari kebutuhan masyarakat pantai untuk
dapat menjual hasil tangkapan mereka. Dengan adanya pasar
ikan, masyarakat lain juga dapat dengan mudah memenuhi
kebutuhan mereka akan hasil laut.
Gambar 2. Pasar Ikan
Alat pemotong dan penumbuk padi
Tentu saja, alat ini dibuat untuk mempermudah petani dalam
melakukan panen dan pengolahannya. Dengan semakin
meningkatnya teknologi pertanian, peralatan tradisional ini sudah
banyak digantikan dengan mesin modern yang membuat kegiatan
pertanian semakin cepat selesai.
Gambar 3. Alat Pemetik Padi Tradisional
Festival laut atau festival padi
Biasanya, festival ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur
masyarakat setempat kepada Sang Maha Pencipta. Selain itu,
pesta ini juga sebagai ungkapan doa agar hasil laut atau hasil
panen mereka tetap melimpah. Contohnya, pesta laut atau hajat
laut yang rutin dilakukan para nelayan di Pantai Pangandaran,
Jawa Barat setiap bulan Muharam. Masyarakat Dayak Kayan di
Bulungan, Kalimantan Utara juga memiliki pesta panen padi yang
dikenal dengan nama Lep’mali Auh Kabang.
Gambar 4. Festival Laut Pangandaran
.jpg)


.jpg)
Comments
Post a Comment